KOPI SANTAN BLORA

Di hari kopi se-dunia, gak lengkap rasanya kalo gak ngomongin kopi.
Kali ini alhamdulillaah berkesempatan nyicip "Kopi Modifikasi" yang super unik. Warung kopi ini terletak di Desa Jepangrejo, Blora, Jawa Tengah. Masyarakat setempat mengenalnya dengan Kopi Santên / Kopi Santan.
Kopi Santan. Ya, santan, bukan susu atau creamer. Sesuai namanya, minuman ini pake "pengencer" (emang cat? 😜) santan.
Dalam prosesnya, dari menyangrai (roasting) pun sudah dicampur dengan "cikalan" (potongan² kelapa). Kemudian penyajiannya, bukan diseduh (brewed) melainkan dikothok (/diklothok/direbus) bersama santan dan gula.
Soal rasa, gak perlu diragukan lagi, sangat unik dan khas, terlebih rasa super gurih & aroma harumnya.
Biji kopi yang jadi bahan utamanya ialah campuran "Kopi Kampung" dan "Kopi Nangka" a.k.a. Liberica yang citarasa serta aromanya sangat khas sesuai sebutannya.
Belum nemu di tempat lain. Sangat khas dan melegenda 😎 di Blora. Warung di pelosok kampung, dengan nuansa guyub khas pedesaan. Harga, sangat terjangkau. Kira²,misal dengan 20 ribu, kalau di cafe² / coffeeshop modern cuma dapet 1 cup kopi (itu pun jika beruntung😁), disini minimal bisa dapet 6 gelas. (Itung sendiri yee 😀).
Nah, kalau di Semarang ada Kopi Klothok Ungaran, di Rembang ada Kopi Lelet, maka di Blora ada Kopi Santên "sing ngétên 👍👍 😎" .
*Btw, bagi yang lebih suka original, kopi hitam (tanpa santan) di background pun gak kalah nikmatnya, aseli manteb banget.
"Dados, saklajêngipun ngopi santên kalih sintên?" 😁
Kali ini alhamdulillaah berkesempatan nyicip "Kopi Modifikasi" yang super unik. Warung kopi ini terletak di Desa Jepangrejo, Blora, Jawa Tengah. Masyarakat setempat mengenalnya dengan Kopi Santên / Kopi Santan.
Kopi Santan. Ya, santan, bukan susu atau creamer. Sesuai namanya, minuman ini pake "pengencer" (emang cat? 😜) santan.
Dalam prosesnya, dari menyangrai (roasting) pun sudah dicampur dengan "cikalan" (potongan² kelapa). Kemudian penyajiannya, bukan diseduh (brewed) melainkan dikothok (/diklothok/direbus) bersama santan dan gula.
Soal rasa, gak perlu diragukan lagi, sangat unik dan khas, terlebih rasa super gurih & aroma harumnya.
Biji kopi yang jadi bahan utamanya ialah campuran "Kopi Kampung" dan "Kopi Nangka" a.k.a. Liberica yang citarasa serta aromanya sangat khas sesuai sebutannya.
Belum nemu di tempat lain. Sangat khas dan melegenda 😎 di Blora. Warung di pelosok kampung, dengan nuansa guyub khas pedesaan. Harga, sangat terjangkau. Kira²,misal dengan 20 ribu, kalau di cafe² / coffeeshop modern cuma dapet 1 cup kopi (itu pun jika beruntung😁), disini minimal bisa dapet 6 gelas. (Itung sendiri yee 😀).
Nah, kalau di Semarang ada Kopi Klothok Ungaran, di Rembang ada Kopi Lelet, maka di Blora ada Kopi Santên "sing ngétên 👍👍 😎" .
*Btw, bagi yang lebih suka original, kopi hitam (tanpa santan) di background pun gak kalah nikmatnya, aseli manteb banget.
"Dados, saklajêngipun ngopi santên kalih sintên?" 😁


Komentar
Posting Komentar