#day3 #inspiration3 – BROTHERHOOD




Satu sifat alami yang sangat melekat pada manusia, ialah interaksi dengan sesamanya. Kemudian sifat ini berlanjut dengan kecenderungan menjalin ikatan yang menguatkannya.

Bagi Anda penikmat film pasti tidak asing dengan solidnya “keluarga” Toretto dalam Fast Furious. Atau Fellowship of the Ring-nya LOTR yang melegenda. Atau yang lebih ke arah anime-tion seperti kuatnya bond Naruto dengan shinobi lainnya, atau kisah fiktif yang tersaji lainnya.

Lalu apa yang mampu menyatukan mereka, padahal mereka berasal dari suku, bangsa, ras, dan masa lalu yang berbeda. Ialah visi hidup yang sama. Atau setidaknya, ketika visi tak mampu disatukan, ada upaya untuk bersikap saling memahami satu sama lainnya.

Maka untuk lebih memahaminya, mari lihat contoh nyata. Semisal kaum Muhajirn dan Anshor yang bersikap begitu luar biasanya. Sikap puncak dalam “persaudaraan” mereka bahkan telah nampak pertama kali mereka bertatap raga. Karena sesungguhnya mereka sadar bahwa jiwa mereka telah erat berpadu jauh sebelumnya.

Itulah “persaudaraan” yang terikat pada ikatan yang sekuat – kuatnya. Bukan ikatan dengan ukuran dunia saja. Namun ikatan keimanan yang jadi hal paling vital dalam kehidupan manusia. Ya, ikatan berdasarkan keimanan. Karena ikatan keimanan ini bahkan jauh lebih kuat dari hanya sekedar ikatan antar sesama manusia saja. Bagaimana bisa? Karena hanya manusia beriman lah yang benar – benar faham akan jati diri mereka. Sehingga mereka lah yang paling faham akan misi hidupnya. Juga paling faham dengan akan hakikat Pencipta, Penguasa, tempat berasal hingga kembalinya. Sehingga sangat sempit jika memaknai keimanan (yang berarti keislaman juga) itu hanyalah terkait urusan “agama” saja, justru sejatinya ia melingkupi seluruh kehidupan manusia. 

Islamic brotherhood, ukhuwah islamiyah, begitulah kita biasa menyebutnya. Yang terbingkai dalam bingkai yang sanagt mulia, kelapangan dada sebagai batas terendahnya hingga mengutamakan serta mendahulukan “saudara” atas diri pribadinya. Di dalamnya ada aktivitas – aktivitas yang mengencangkan ikatannya, upaya saling mengenal satu sama lainnya, saling memahami, saling menolong, hingga saling senasib sepenanggungan. Ia juga dengan santunnya merangkul, menghormati, menyayangi mereka yang belum tersadar akan fithrah dirinya.

Dalam ikatan ini, tak ada batas sedarah, sesuku, sebangsa, bahkan sezaman saja. Ia tersambung erat melintas penjuru dunia, melintas era demi era. Bisa jadi raga tak bersapa, namun ikatan tetap ada.

Maka masihkah beralasan mejamkan mata, menutup telinga, membelenggu kaki & tangan serta menutup hati kita untuk merajut ikatan dengan saudara kita?

#30days30inspirations
#day3
#inspiration3
#brothehood

Komentar

Postingan Populer