#day1 #inspiration1 - IMAN


Letak keimanan memang di dalam hati, namun Ia tercermin pada setiap seluk pribadi juga ranah kehidupan kita.
Ia tersimak pada tiap tutur lisan kita.
Ia terimaji pada seluruh tingkah laku kita.
Ia terasa dalam tiap kehadiran diri kita.

Mari kita simak sabda mulia Rasulullah Muhammad Shallallaahu 'Alayhi Wa Sallam.
.......Kemudian dia (Jibril) bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “,......." 
(HR. Muslim) - tercantum di dalam Hadits Arba'iin An-Nawawi.

"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya”. (HR al-Bukhâri dan Muslim)

" Katakanlah 'Amantubillaah' (Aku beriman kepada Allah), dan beristiqamahlah."
( HR Muslim )

Maka sejatinya Iman itu sederhana, namun bukan berarti hal yang remeh, justru ialah yang paling penting dalam hidup kita.
Posisi Iman terletak paling utama, Ia jadi pondasi kehidupan, pondasi agama juga. Dengan eksistensinya, segala rupa amal jadi tak sia - sia. Dengan landasannya, persaudaraan jadi terikat oleh ikatan yang sebenarnya.
Bukan iman yang begitu rumit konsepnya. Bukan iman yang memaksakan ketidaksempurnaan logika berpikir kita.
Dalam konsep ketuhanan, iman ini sederhana, hanya dua syaratnya. Penolakan, peniadaan atas segala kuasa, pengabdian, kepatuhan, kemudian melengkapkannya dengan pengecualian satu saja. Ya, satu saja, ialah Allah Subhaanahuu wa Ta'aalaa.

Iman ini juga tidak buta. tidak tepat bagi kita hanya ikut - ikutan saja. kita juga harus mengilmui keimanan kita.
........ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
(QS. Muhammad : 19)
Mengilmui dengan segenap potensi akal yang diberikan kepada kita. Memikirkan dengan dalam ayat - ayat qauly yang tercancum dalam Kitab-Nya, serta ayat - ayat kauny  yang terbentang luas di sekitar kita.

Jika kita benar - benar mau memikirkan itu semua, sungguh telah gagal konsep atheisme yang meniadakan ketuhanan setiada - tiadanya, juga polytheisme  yang kebingungan karena konsep persekutuannya.
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
Hidup yang sejati bukanlah hidup yang sebebas - bebasnya, namun ialah hidup mengabdi pada satu - satunya Dzat yang pantas untuk diabdi, menyembah pada satu - satunya yang pantas disembah, memurnikannya, meniadakan sekutu dari-Nya, Yang Maha Agung, Maha Kuasa, Maha Tinggi nan Mulia.

#30days30inspirations
#day1
#inspiration1
#iman

Komentar

Postingan Populer