Mahaguru Nusantara


 maket asli masjid agung demak
.

Kita mengenal sebuah istilah bahwa Guru ialah pahlawan tanpa tanda jasa. Tetapi ternyata ada juga Guru yang mewariskan tanda jasanya sampai saat ini. Sejarah mencatat Seorang tokoh besar bernama H. Oemar Said Tjokroaminoto sebagai Bapak Guru Bangsa. Namun itu kisah di masa yang lain. Tulisan ini tidak sedang membahas tentang beliau. Tetapi tokoh lain yang menurut saya pribadi sangat tepat jika digelari salah seorang Mahaguru di bumi nusantara ini. Nama beliau hampir mirip, beliau ialah Raden Said alias Lokajaya, alias Syeikh Malaya, alias Raden Abdurrahman, alias Putra Adipati Tuban.
.
Siapa beliau? Sebagai bangsa Indonesia, terutama suku Jawa, seharusnya sudah sangat tidak asing dengan beliau. Beliau Da’i sekaligus Mahaguru, arsitek sekaligus urban designer, fashion, product & graphic designer, sineas sekaligus composser, musisi sekaligus sastrawan. Mahaguru
.
Masjid Agung Demak lengkap dengan “saka tatal’nya, hingga blueprint layout pusat kota ialah rancangan beliau. Baju taqwa ialah buah kreativitas pemikiran beliau. Wewayangan, lengkap dengan suluk, adegan, dan original character adalah maha karya beliau, sebagai sarana dakwah lengkap dari ketauhidan hingga kemuliaan akhlaq. Lir - ilir hingga Gundul - Gundul Pacul ialah sya’ir syarat dengan ilmu pengajaran adalah gubahan beliau. Hingga pacul ialah hak cipta milik beliau.
.
maket replika masjid agung demak
.
Beliau diakui menurut konsensus para ulama dan raja pada masa hidupnya, hingga umat saat ini sebagai salah satu Wali Allaah. Mendapat gelar terhormat sebagai salah satu dari Wali Songo (dengan berbagai kisah yang berkembang tentang nama ini, baik yang shahih maupun diragukan kebenarannya), dengan nama Sunan Kalijaga.
.
Mahaguru yang tak hanya memberi pengajaran tapi juga teladan. Pioneer berbagai bidang kreativitas yang menyumbangkan nilai manfaat dalam kehidupan. Menanamkan nilai agama dalam berbagai bidang kehidupan. Dan yang paling utama dari semua itu ialah mentarbiyah umat menuju perbaikan kehidupan dunia dan akhirat.
.
Maka tak heran beberapa waktu yang lalu, ketika sempat berziarah ke makam beliau, begitu menggelombang orang – orang yang mengunjunginya. Terlepas dari ikhlitafiyah di antara kita terkait tata cara dalam berziarah (semoga kita terhindar dari menyekutukan Allah). Tetapi saya yakin kita semua punya persamaan dalam beberapa tujuan. Yakni untuk mengambil pelajaran dari kehidupan beliau, mengingat kematian, mendo’akan kebaikan untuk beliau dan untuk kita kepada Allaah Ta’aalaa, juga agar kita mendapat kebarokahan dengan mencintai para Wali Allaah.
.
“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”
 (HR. Ahmad 25855, Muslim 975, Ibnu Hibban 7110).
.
.

Komentar

Postingan Populer