Ramadhan
Bersama Rasulullah
oleh: ustadz Luthfi Fathullah, MA.
(narasumber TVRI Kajian Kitab Shahih Bukhari & Direktur pusat kajian hadits Jakarta)
Rabu, 27 Juni 2012
@Masjid Kampus Undip
Sebelum lebih jauh bagaimana Rasulullah “ber-Ramadhan:.setidaknya kita perlu mengenal dahulu tentang diri Rasulullah, termasuk orang – orang yang paling dekat dengan beliau, yakni keluarga, serta kehidupan sehari – hari beliau. Karena, jika tidak demikian, jangan pun mencontoh bagaimana 'ibadah puasa beliau, yang notabene merupakan sebagian kecil dari kehidupan beliau. Ternyata masih banyak bagian - bagian yang lebih kecil dan mendetail dari diri Rasulullah yang mungkin belum kita ketahui. Untuk itulah kenapa dianjurkan terlebih dahulu untuk mengenal secara dalam tentang diri Rasulullah.
@Masjid Kampus Undip
Sebelum lebih jauh bagaimana Rasulullah “ber-Ramadhan:.setidaknya kita perlu mengenal dahulu tentang diri Rasulullah, termasuk orang – orang yang paling dekat dengan beliau, yakni keluarga, serta kehidupan sehari – hari beliau. Karena, jika tidak demikian, jangan pun mencontoh bagaimana 'ibadah puasa beliau, yang notabene merupakan sebagian kecil dari kehidupan beliau. Ternyata masih banyak bagian - bagian yang lebih kecil dan mendetail dari diri Rasulullah yang mungkin belum kita ketahui. Untuk itulah kenapa dianjurkan terlebih dahulu untuk mengenal secara dalam tentang diri Rasulullah.
Balasan untuk orang yang berpuasa sudah sangat jelas.
Bahwa puasa mengarahkan kepada taqwa. (QS. AlBaqarah, 2:183) dan menghapus dosa.
“Man shoma romadhona imanan wakhtisaban, ghufirolahu ma taqodama min dzanbih. Dari Abu Hurairah, dari Nabi, beliau bersabda : Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosanya yang telah lalu”. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
Bahwa puasa mengarahkan kepada taqwa. (QS. AlBaqarah, 2:183) dan menghapus dosa.
“Man shoma romadhona imanan wakhtisaban, ghufirolahu ma taqodama min dzanbih. Dari Abu Hurairah, dari Nabi, beliau bersabda : Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosanya yang telah lalu”. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
Puasa yang benar akan mengantarkan ke syurga dan memudahkan
melangkah di jembatan (shirath).
Bagaimana Rasulullah berRamadhan?
Ustadz Luthfi Fathullah menuturkan bahwa :
“ Ketika memasuki bulan Ramadhan, aktivitas sosial Rasulullah tidak berbeda dengan hari – hari biasa, namun akhlaq beliau meningkat dari hari – hari biasa.
“ Ketika memasuki bulan Ramadhan, aktivitas sosial Rasulullah tidak berbeda dengan hari – hari biasa, namun akhlaq beliau meningkat dari hari – hari biasa.




Komentar
Posting Komentar